Andi Sumardi Sulaiman Tutup Usia, Yasir Machmud: Saya Merasa Kehilangan Sosok Kakak

RADARMAKASSAR.co.id – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan Andi Sumardi Sulaiman tutup usia, Rabu (28/6) kemarin.

Tidak sedikit orang memyampaikan belawsungkawa atas hal tersebut, salah satunya Yasir Machmud. Ia merasakan duka yang mendalam atas meninggalnya Andi Sumardi Sulaiman.

Bacaan Lainnya

“Beliau telah menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Labuang Baji malam ini. Kepergiannya yang tiba-tiba meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat Sulawesi Selatan,” ucap Yasir.

“Saya baru tiba di kota Bone, dan langsung menuju Bakunge menunggu jenazah beliau, Bakunge adalah kampung halaman tercinta almarhum. Bakunge Bone menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi sosok baik hati ini,” lanjutnya.

Ia mengaku hampir setiap hari menyimpan kenangan indah bersama beliau, yang telah bersama-sama melalui perjalanan hidup selama belasan tahun, persahabatan dalam dunia usaha hingga ke pemerintahan.

“Saya merasa kehilangan sosok kakak, saudara, dan sahabat sejati. Hampir setiap hari kami berkomunikasi dan sering menghabiskan waktu bersama dalam keseharian, bahkan siang ini kami berbicara via telpon. Saya hamipr tidak percaya oleh berita ini,” ujar Yasir Machmud dengan suara serak, saat memberikan keterangan.

Setiap habis shalat shubuh ia mengaku selalu menelpon dan berdiskusi tentang rencana kedepan diselingi candaannya yang khas.

Kata dia, Andi Sumardi Sulaiman, kakak kandung dari Gubernur Sulawesi Selatan dan Mantan Menteri Pertanian, dikenal sebagai sosok yang jujur, murah hati, dan penuh kasih sayang terhadap sesama.

“Tanpa memandang status sosial atau latar belakang, ia selalu siap memberikan bantuan kepada siapa pun yang membutuhkan. Keikhlasan dan dedikasinya yang tinggi dalam melayani masyarakat telah menjadikan Andi Sumardi Sulaiman sebagai panutan bagi banyak orang,” tuturnya.

“Beliau adalah seorang pamong senior yang selalu memberikan contoh dan saran berharga bagi saya dalam berkiprah di dunia pemerintahan. Saya masih menerapkan banyak ilmu dan nasihat yang diberikan beliau hingga saat ini. Dia seperti kakak bagi saya,” ungkapnya.

Tidak hanya Yasir Machmud dan keluarga, tetapi juga kerabat dekat dan masyarakat Sulawesi Selatan secara keseluruhan merasa kehilangan sosok yang dianggap sebagai tokoh penting di daerah tersebut.

“Andi Sumardi Sulaiman tidak pernah segan menegur atau memberikan saran  di dunia birokrasi sulawesi selatan, terlebih lagi kepada adiknya yang menjadi gubernur,” tandasnya.

Lanjut Yasi menandaskan, semangat pelayanan masyarakat dengan tulus dan dedikasi yang tinggi yang telah ditunjukkan selama ini akan selalu diingat oleh semua orang.

“Hari ini, Sulawesi Selatan berduka atas kepergian Andi Sumardi Sulaiman, seorang tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi pemerintahan di daerah ini. Kenangan dan inspirasi yang ditinggalkannya akan terus mengilhami mereka yang pernah berinteraksi dengannya,” katanya.

“Semoga almarhum diberikan tempat yang layak di sisi-Nya, dan keluarga serta orang-orang terkasihnya diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Selamat jalan kakak dan sahabatku tercint. Puang Sumardi, kebaikanmu tidak akan pernah habis untuk di ceritakan,” tutupnya.(kas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *