Waspada, 10 Kasus di Sulsel Meninggal Akibat Virus Rabies

RADARMAKASSAR.co.id – Sebanyak 10 orang di Sulawesi Selatan tercatat meninggal akibat gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) atau virus rabies sepanjang tahun 2023.

“Sampai awal Agustus angka kita sudah 10 kasus kematian akibat virus rabies,” ucap Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Ardadi, Senin (14/8/2023).

Dia mengimbau kepada pemerintah kabupaten kota di Sulsel untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan sosialisasi dan penanganan secara optimal.

“Saya kira untuk rabies Inshaaallah dalam beberapa waktu yang lalu sudah kita lakukan koordinasi dan kami terus mengimbau kepala dinas kesehatan kabupaten kota untuk terus meningkatkan kewaspadaan, sembari terus mensosialisasikan bagaimana penanganan penyakit rabies di daerah di kabupaten kota,” imbuhnya.

Selain kewenangan dinas kesehatan, ia menuturkan agar peranan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan pun bersinergi untuk memastikan penanganannya terhadap hewan.

“Saya kira itu tadi kasus-kasus gigitan hewan penularan rabies itu kita berharap penanganannya bisa komprehensif untuk hewannya itu dinas peternakan dan kesehatan hewan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ardadi berharap agar virus rabies ini menjadi pencegahan secara bersama dengan mengajak hidup sehat kepada seluruh masyarakat.

“Kita terus mendorong itu supaya semua bisa bekerja dan memastikan semua kasus ini mendapatkan penanganan secepatnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, 10 kasus kematian akibat virus rabies ini menyebar di sejumlah kabupaten kota. Diantaranya kabupaten Soppeng sebanyak dua orang, kemudian kabupaten Toraja Utara ada 3 orang, Sinjai satu orang, Bulukumba satu orang, Sidrap satu orang, kabupaten Gowa satu orang dan kabupaten wajo. (fdl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *