Danny Pomanto Kenalkan Logo dan Slogan IKA Unhas Sulsel

Headline329 Views

Makassar kembali menjadi pusat perhatian setelah Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Danny Pomanto, memperkenalkan logo dan slogan baru Ikatan Alumni Unhas Sulawesi Selatan dalam acara bertajuk Sinergi untuk Negeri yang berlangsung di Makassar, akhir pekan lalu. Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi lintas generasi alumni Unhas, tetapi juga momentum penting untuk mempertegas arah gerakan sosial, akademik, dan kebudayaan yang diusung oleh para alumninya.

Peluncuran logo dan slogan baru itu mencerminkan semangat baru yang ingin dibangun oleh IKA Unhas Sulsel di bawah kepemimpinan Danny Pomanto. Tak hanya memperkenalkan identitas visual yang modern, ia juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, inovasi, dan tanggung jawab sosial yang kuat.

“Logo dan slogan ini bukan hanya simbol organisasi, tapi simbol perubahan cara berpikir. Kita ingin alumni Unhas hadir bukan sebagai penonton, tapi sebagai pelaku pembangunan,”

Makna Filosofis di Balik Logo Baru IKA Unhas

Logo baru IKA Unhas Sulsel yang diperkenalkan oleh Danny Pomanto menampilkan desain yang lebih dinamis dan modern. Warna merah maroon tetap menjadi identitas utama, melambangkan keberanian dan semangat juang yang menjadi karakter khas mahasiswa dan alumni Unhas. Sementara elemen garis dan lengkung pada logo melambangkan keterbukaan dan kolaborasi lintas sektor yang menjadi kunci masa depan organisasi ini.

Dalam kesempatan itu, Danny menjelaskan bahwa penyegaran logo bukan semata urusan estetika, tetapi juga cara memperkuat relevansi IKA Unhas di tengah perubahan zaman. Logo baru ini disebut-sebut sebagai representasi “Unhas masa kini” yang tidak hanya berakar pada tradisi akademik, tetapi juga berorientasi pada inovasi dan kontribusi nyata untuk daerah.

Simbol baru tersebut juga memuat filosofi laut dan ombak sebagai cerminan karakter Sulawesi Selatan daerah maritim yang berani menghadapi tantangan global, sekaligus mencerminkan semangat para alumni Unhas yang tersebar di berbagai bidang profesi.

“Makassar, Sulawesi, dan Unhas itu punya DNA yang sama: tangguh, terbuka, dan berani berubah,”

Slogan Baru: Refleksi dari Semangat Kolaborasi

Selain logo, yang tak kalah menarik perhatian adalah slogan baru IKA Unhas Sulsel yang diperkenalkan oleh Danny Pomanto, yakni “Bersatu, Berkarya, dan Berdampak”. Tiga kata itu dianggap mencerminkan semangat yang ingin ditanamkan dalam tubuh organisasi alumni terbesar di Indonesia Timur ini.

“Bersatu” menandakan pentingnya solidaritas dan jaringan kuat antaralumni dari berbagai profesi dan generasi. “Berkarya” menjadi dorongan agar alumni tidak berhenti berinovasi dan tetap memberi kontribusi di bidang masing-masing. Sementara “Berdampak” menjadi tujuan akhir bahwa setiap karya yang dilakukan harus memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Slogan ini bukan sekadar rangkaian kata motivatif, tetapi juga arah strategis yang sejalan dengan visi IKA Unhas di bawah kepemimpinan Danny Pomanto. Ia mengajak seluruh alumni untuk bergerak dalam satu semangat, tanpa melihat latar belakang politik, profesi, atau status sosial.

“Sulsel ini kaya dengan orang hebat, tapi kadang berjalan sendiri-sendiri. Melalui IKA Unhas, kita ingin menggabungkan potensi itu menjadi satu kekuatan besar yang memberi dampak nyata bagi daerah,”

Hubungan dengan Slogan Makassar: Spirit “Dua Kali Tambah Baik”

Menariknya, semangat dalam slogan baru IKA Unhas Sulsel memiliki irisan kuat dengan slogan yang telah lama melekat dalam pemerintahan Danny Pomanto di Makassar, yaitu “Makassar Dua Kali Tambah Baik”.

Konsep slogan tersebut yang menekankan pada kerja kolaboratif dan inovasi kini diadaptasi dalam konteks organisasi alumni. Danny Pomanto tampaknya ingin membawa semangat reformasi birokrasi dan pembangunan Makassar ke dalam wadah IKA Unhas, menciptakan gerakan alumni yang progresif dan berdaya guna.

Slogan Makassar yang terkenal itu menandai perubahan cara pandang pemerintah kota terhadap pembangunan, yakni dengan menjadikan warga sebagai mitra utama, bukan sekadar penerima kebijakan. Nilai serupa kini diterjemahkan ke dalam gerakan alumni Unhas: menjadikan setiap anggota sebagai pelaku perubahan sosial di bidangnya masing-masing.

“Kalimat sederhana seperti ‘Dua Kali Tambah Baik’ itu bukan hanya slogan kerja, tapi filosofi hidup. Kita bergerak bukan untuk sekadar terlihat baik, tapi untuk menjadi lebih baik dua kali lipat,”

Dengan begitu, peluncuran slogan baru IKA Unhas Sulsel juga menjadi refleksi dari konsistensi gaya kepemimpinan Danny Pomanto yang menekankan kolaborasi dan inovasi sebagai fondasi kemajuan.

IKA Unhas Sulsel dan Peran Strategisnya

IKA Unhas Sulsel bukan hanya wadah nostalgia bagi para alumni, melainkan juga organisasi strategis yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan jumlah alumni yang mencapai ratusan ribu, IKA Unhas menjadi salah satu jaringan alumni universitas terbesar di kawasan timur Indonesia.

Melalui logo dan slogan barunya, organisasi ini diharapkan bisa lebih aktif berperan dalam berbagai isu sosial, pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan. Danny Pomanto menegaskan bahwa peran alumni tidak hanya berhenti pada dunia kampus, tetapi harus meluas ke masyarakat.

Untuk itu, IKA Unhas Sulsel akan fokus mengembangkan beberapa program unggulan, di antaranya:

  • Program “Alumni Mengajar”, di mana para alumni profesional akan turun langsung memberikan kuliah umum atau pelatihan di kampus dan sekolah-sekolah.
  • Gerakan “Unhas Peduli”, yang fokus pada kegiatan sosial dan lingkungan seperti bantuan bencana dan penghijauan kota.
  • Forum Inovasi Alumni, yang mempertemukan pelaku industri, birokrat, akademisi, dan pengusaha untuk menciptakan solusi bagi persoalan daerah.

“Saya percaya, jaringan alumni yang kuat bisa menjadi mesin perubahan. Karena dari alumni-lah lahir pemimpin, inovator, dan pemikir besar yang bisa membangun negeri ini,”

Warna Lokal yang Kental dalam Setiap Simbol

Dalam desain logo dan narasi slogan, unsur kearifan lokal Sulawesi Selatan juga tetap menjadi elemen penting. Danny Pomanto menyebut bahwa setiap detail memiliki makna filosofis. Garis melengkung yang menyerupai ombak melambangkan semangat pelaut Bugis-Makassar yang berani mengarungi samudra kehidupan.

Warna maroon Unhas dikombinasikan dengan warna emas sebagai simbol kejayaan dan kemuliaan ilmu pengetahuan. Sementara tipografi logo yang tegas dan modern mencerminkan generasi muda alumni Unhas yang siap bersaing di era global.

Pemilihan slogan “Bersatu, Berkarya, Berdampak” juga memiliki nuansa khas Sulsel mencerminkan karakter masyarakat yang komunal, pekerja keras, dan selalu berorientasi pada hasil. Danny Pomanto menyebut bahwa identitas lokal bukan hal yang harus ditinggalkan dalam modernitas, melainkan kekuatan budaya yang bisa memperkaya semangat nasionalisme.

“Makassar punya jiwa yang kuat. Kita tidak hanya dikenal karena keberanian, tapi juga karena kebersamaan. Itulah yang ingin saya tanamkan di IKA Unhas,”

Sinergi Antara Akademisi, Pemerintah, dan Dunia Usaha

Salah satu pesan penting dalam peluncuran slogan dan logo baru ini adalah pentingnya kolaborasi antara tiga pilar utama: akademisi, pemerintah, dan dunia usaha. Menurut Danny, Unhas sebagai lembaga akademik harus menjadi sumber inovasi dan ide pembangunan, sementara alumni menjadi jembatan untuk mengimplementasikannya di lapangan.

IKA Unhas Sulsel diharapkan bisa menjadi wadah yang menyatukan para alumni lintas sektor untuk mendorong kebijakan publik yang lebih visioner dan berbasis data. Hal ini juga sejalan dengan visi besar yang diusung dalam slogan Makassar, yakni menggabungkan ilmu pengetahuan dan kebijakan dalam satu kerangka kerja yang sinergis.

Danny Pomanto juga mengingatkan bahwa alumni Unhas memiliki tanggung jawab moral untuk membawa nama baik universitas di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi lintas bidang, alumni dapat menjadi motor perubahan di sektor pemerintahan, pendidikan, bisnis, hingga sosial kemasyarakatan.

“Kita tidak boleh hanya bangga jadi alumni Unhas, tapi harus bisa menunjukkan manfaatnya. Kalau ilmu tidak berdampak, maka belum selesai tugas kita sebagai manusia berpendidikan,”

Dukungan Alumni dan Respons Positif

Peluncuran logo dan slogan baru ini mendapat sambutan luar biasa dari para alumni Unhas yang hadir. Mereka menilai langkah Danny Pomanto sebagai langkah tepat dalam memperkuat identitas organisasi dan memperluas jangkauan gerakan sosial alumni.

Banyak alumni muda menilai bahwa pendekatan visual dan pesan yang diusung terasa lebih modern dan relevan dengan semangat zaman. Bahkan sejumlah tokoh nasional asal Unhas, seperti pejabat kementerian dan pengusaha, turut memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Danny yang dinilai visioner dan inklusif.

Beberapa alumni juga mengungkapkan harapan agar IKA Unhas Sulsel tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga benar-benar menjadi wadah kontribusi nyata untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Langkah ini menunjukkan bahwa organisasi alumni tidak boleh stagnan. Kita harus beradaptasi seperti halnya Makassar yang terus bertransformasi menjadi kota modern dengan tetap menjaga jati dirinya,”

Semangat “Sombere dan Smart” yang Menginspirasi

Dalam setiap kesempatan, Danny Pomanto selalu menekankan filosofi “Sombere dan Smart” dua kata khas yang juga menjadi ruh dari slogan Makassar. “Sombere” yang berarti ramah, humanis, dan bersahabat, menjadi nilai utama yang diharapkan melekat dalam setiap gerakan alumni. Sementara “Smart” adalah simbol dari kemampuan berpikir maju, efisien, dan adaptif terhadap teknologi serta perubahan zaman.

Filosofi ini pula yang kini disematkan dalam konsep kerja IKA Unhas Sulsel. Setiap kegiatan akan berorientasi pada kemanusiaan dan keberlanjutan, tanpa meninggalkan prinsip profesionalisme dan efisiensi. Danny menilai bahwa karakter inilah yang akan membawa organisasi alumni menjadi lebih relevan di masa depan.

“Makassar mengajarkan kita untuk sombere bersahabat, tapi juga smart berpikir maju. Dua hal itu harus berjalan beriringan kalau kita mau menjadi generasi pembawa perubahan,”

IKA Unhas sebagai Cermin Cinta untuk Daerah

Bagi Danny Pomanto, organisasi alumni bukan hanya wadah profesional, tetapi juga bentuk cinta kepada daerah asal. Ia percaya bahwa setiap alumni Unhas, di mana pun berada, memiliki tanggung jawab moral untuk memberi kembali kepada Sulawesi Selatan dan Indonesia.

Dengan semangat baru yang terwujud melalui logo dan slogan ini, Danny ingin menjadikan IKA Unhas Sulsel sebagai organisasi yang tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga kuat secara kontribusi.

Dalam pandangannya, gerakan alumni yang solid bisa menjadi kekuatan luar biasa dalam mengatasi berbagai tantangan sosial, mulai dari pendidikan, lingkungan, hingga ketimpangan ekonomi.

“Makassar, Sulsel, dan Unhas punya satu napas: semangat untuk terus berbuat bagi sesama. Selama semangat itu hidup, tidak ada yang tidak bisa kita capai bersama,”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *