Masjid 99 Kubah, Pesona Arsitektur Islam di Pesisir Makassar

Ragam75 Views

Masjid 99 Kubah menjadi salah satu bangunan yang paling mudah mencuri perhatian di kawasan pesisir Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Puluhan kubah berwarna jingga, merah, putih, biru, dan kuning disusun bertingkat mengelilingi kubah utama. Bentuknya tampak menonjol di antara bentang laut, jalan kawasan reklamasi, serta deretan bangunan modern di sekitarnya.

Nama resmi rumah ibadah ini adalah Masjid Kubah 99 Asmaul Husna. Bangunan tersebut berdiri di kawasan Center Point of Indonesia atau CPI, berhadapan dengan kawasan Pantai Losari. Dari anjungan pantai, susunan kubahnya dapat terlihat jelas, terutama ketika cuaca cerah dan cahaya matahari mulai turun menjelang sore.

Keberadaan masjid ini tidak hanya menyediakan ruang salat dalam kapasitas besar. Masjid 99 Kubah juga menjadi tujuan wisata religi, pusat kegiatan keagamaan, tempat pendidikan Al Quran, serta bagian penting dari perkembangan kawasan pesisir Makassar.

Bangunan Ikonik di Kawasan Center Point of Indonesia

Lokasi Masjid 99 Kubah berada di kawasan CPI, Kecamatan Mariso, Kota Makassar. Kawasan tersebut dikembangkan di wilayah pesisir yang berada tidak jauh dari pusat kota. Posisi masjid berhadapan dengan Pantai Losari membuat bangunannya dapat dilihat dari sejumlah titik di sepanjang anjungan.

Perjalanan menuju masjid membawa pengunjung melewati sejumlah penanda kota dengan rancangan modern. Di kawasan CPI terdapat jembatan, ruang terbuka, jalur kendaraan, area pejalan kaki, serta bangunan dengan bentuk yang beragam. Masjid kemudian menjadi pusat perhatian karena susunan kubahnya memiliki bentuk berbeda dibandingkan bangunan lain.

Letaknya di tepi perairan turut membentuk suasana khas. Angin laut terasa cukup kuat pada waktu tertentu, sementara cahaya sore memantul di permukaan air. Pada malam hari, pencahayaan bangunan membuat bagian kubah dan dinding tetap terlihat dari kejauhan.

Hubungan Visual dengan Pantai Losari

Pantai Losari telah lama menjadi salah satu tujuan utama wisatawan di Makassar. Kehadiran Masjid 99 Kubah menambahkan pilihan kunjungan bagi masyarakat yang datang ke kawasan tersebut.

Pengunjung dapat melihat masjid dari seberang perairan, kemudian melanjutkan perjalanan menuju CPI. Dari sisi lain, pelataran masjid juga menawarkan pandangan ke arah pesisir, kawasan kota, dan jalur penghubung yang mengarah ke pusat Makassar.

Waktu sore menjadi periode yang banyak dipilih wisatawan. Posisi matahari yang semakin rendah menghasilkan perpaduan warna langit dan kubah. Setelah matahari terbenam, pengunjung Muslim dapat melanjutkan kegiatan dengan menunaikan salat Magrib.

Angka 99 Mengacu pada Asmaul Husna

Jumlah kubah menjadi ciri yang membedakan masjid ini dari banyak rumah ibadah lain di Indonesia. Sebanyak 99 kubah disusun dalam berbagai ukuran, mulai dari kubah kecil di bagian tepi hingga kubah utama yang berada pada titik tertinggi bangunan.

Angka 99 merujuk pada Asmaul Husna, yaitu nama nama Allah yang indah dalam ajaran Islam. Pemilihan angka tersebut kemudian diwujudkan menjadi bentuk fisik yang dapat dilihat dari setiap sisi bangunan. Imam Masjid 99 Kubah menjelaskan bahwa nama masjid mengikuti jumlah kubah yang melambangkan 99 Asmaul Husna.

Susunan puluhan kubah membuat tampilan masjid menyerupai rangkaian menara kecil yang mengitari satu kubah besar. Ketika dilihat dari udara, pola tersebut tampak teratur dan mengikuti bentuk dasar bangunan.

“Masjid 99 Kubah memperlihatkan bagaimana simbol keagamaan dapat diterjemahkan menjadi rancangan bangunan yang mudah dikenali tanpa mengurangi fungsi utama sebagai tempat ibadah.”

Kubah sebagai Unsur Utama Rancangan

Kubah telah digunakan dalam arsitektur masjid selama berabad abad. Pada Masjid 99 Kubah, unsur tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai penutup ruang utama, tetapi diulang dalam jumlah besar untuk membentuk karakter keseluruhan bangunan.

Ukuran kubah dibuat berbeda agar susunannya tidak terlihat datar. Kubah yang lebih kecil berada di beberapa bagian luar, sedangkan ukuran yang lebih besar ditempatkan semakin mendekati pusat.

Pengulangan bentuk juga menciptakan kesan bertingkat. Ketika dilihat dari permukaan tanah, mata pengunjung diarahkan secara perlahan menuju kubah utama. Komposisi seperti ini membuat bangunan terlihat tinggi meskipun bentuk dasarnya melebar.

Perjalanan Pembangunan Sejak 2017

Pembangunan Masjid 99 Kubah dimulai pada 2017. Gagasan pembangunannya muncul pada masa pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Rancangan masjid kemudian dipercayakan kepada Ridwan Kamil yang dikenal memiliki latar belakang arsitektur.

Proses pengerjaan tidak berjalan tanpa hambatan. Pembangunan sempat terhenti ketika alokasi anggaran tidak tersedia. Kondisi bangunan pada masa tersebut belum memungkinkan seluruh area digunakan secara penuh.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kemudian melanjutkan penyelesaian bagian bangunan, ruang ibadah, pelataran, serta fasilitas pendukung. Masjid mulai digunakan untuk salat berjemaah pada 12 Maret 2022. Peresmian secara resmi dilaksanakan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman pada 20 Agustus 2023.

Penyelesaian Dilakukan dalam Beberapa Tahap

Pembangunan masjid berukuran besar membutuhkan pengerjaan struktur, atap, instalasi air, jaringan listrik, lantai, ruang wudu, serta pelataran. Susunan 99 kubah juga memerlukan ketelitian karena setiap bagian harus terhubung dengan saluran air hujan dan struktur penyangga.

Penyelesaian bertahap membuat beberapa area dapat digunakan lebih dahulu sambil menunggu pengerjaan bagian lainnya. Setelah ruang utama dinilai siap, kegiatan salat berjemaah mulai berlangsung pada 2022.

Peresmian pada 2023 menandai beroperasinya masjid sebagai salah satu fasilitas milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pengelolaannya kemudian melibatkan pengurus yang bertugas mengatur peribadatan, kebersihan, pendidikan, pelayanan jemaah, serta penggunaan ruang.

Sentuhan Arsitektur Islam dalam Bentuk Modern

Rancangan Masjid 99 Kubah menggabungkan bentuk arsitektur Islam dengan tampilan bangunan modern. Penelitian arsitektur yang diterbitkan pada 2024 menilai bangunan tersebut mengadaptasi unsur Timur Tengah serta memadukan pengaruh Byzantium dan Ottoman. Bentuk pintu dan jendelanya mengacu pada tradisi Islam dan klasik, kemudian ditampilkan melalui penggunaan material modern.

Bangunan utamanya memiliki dasar berbentuk poligon dengan sembilan sisi. Susunan ini membuat fasad masjid dapat dilihat dari berbagai arah tanpa menghadirkan satu sisi yang sepenuhnya datar. Setiap bidang diisi dengan bukaan tinggi, lengkung, pola dekoratif, serta bagian menara berkubah.

Perpaduan lengkung vertikal dan susunan kubah memberi kesan megah. Namun, warna cerah membuat tampilannya berbeda dari masjid yang menggunakan satu warna dominan.

Permainan Warna pada Bagian Kubah

Warna jingga menjadi unsur paling kuat pada tampilan luar. Warna tersebut dipadukan dengan merah, putih, kuning, biru, dan hijau pada bagian tertentu. Pola geometris ditempatkan di permukaan kubah untuk mempertegas susunan setiap bagian.

Pilihan warna ini membuat masjid terlihat jelas dari seberang Pantai Losari. Pada siang hari, warna kubah tampak terang di bawah cahaya matahari. Menjelang senja, permukaannya berubah mengikuti cahaya langit yang lebih hangat.

Bentuk yang khas juga menjadikan bangunan mudah dikenali melalui foto udara. Dari ketinggian, kubah utama terlihat berada di tengah, sedangkan kubah kecil tersusun mengelilinginya dalam pola yang teratur.

Ruang Ibadah Mampu Menampung Ribuan Jemaah

Masjid 99 Kubah dibangun di atas lahan sekitar dua hektare. Luas bangunannya jika dihitung dari bagian dasar mencapai sekitar satu hektare. Kapasitas keseluruhan berada di kisaran 13 ribu jemaah dengan pembagian antara ruang utama, area perempuan, serta pelataran suci.

Sumber pengelola mencatat ruang masjid dapat menampung sekitar 3.800 jemaah laki laki dan lebih dari 1.000 jemaah perempuan. Pelataran luarnya dapat digunakan oleh sekitar 8.000 orang, terutama ketika berlangsung salat berjemaah dalam jumlah besar.

Kapasitas tersebut membuat Masjid 99 Kubah dapat digunakan untuk kegiatan besar, termasuk salat Idul Fitri, salat Idul Adha, peringatan hari besar Islam, kajian umum, dan kegiatan pemerintah daerah.

Pembagian Lantai dan Fasilitas Jemaah

Bangunan masjid memiliki tiga tingkatan. Bagian dasar dimanfaatkan untuk area parkir, tempat wudu, toilet, dan sejumlah ruang pendukung. Lantai berikutnya menjadi ruang utama peribadatan, sedangkan bagian atas dapat digunakan sebagai tambahan ruang salat perempuan ketika jumlah jemaah meningkat.

Tempat wudu laki laki dan perempuan disediakan secara terpisah. Di dalam ruang salat juga terdapat perlengkapan seperti mukena, sarung, peci, rak Al Quran, serta buku kajian Islam.

Tangga yang menghubungkan berbagai bagian menjadi unsur penting karena posisi ruang utama berada lebih tinggi dari permukaan pelataran. Pengunjung perlu mengikuti jalur yang tersedia dan memperhatikan petunjuk area laki laki serta perempuan.

Pusat Ibadah dan Pendidikan Al Quran

Fungsi Masjid 99 Kubah tidak berhenti pada pelaksanaan salat lima waktu. Pengelola juga mengembangkan kegiatan pembelajaran agama, kajian, serta pendidikan bagi santri.

Data yang disampaikan pengelola pada 2023 mencatat terdapat lebih dari 100 santri dari sejumlah wilayah di Sulawesi. Mereka mengikuti pendidikan dengan perhatian utama pada tahfiz Al Quran, disertai pembelajaran akidah, hadis, akhlak, dan ilmu keislaman lainnya.

Kegiatan tersebut membuat masjid tetap aktif di luar waktu salat. Ruangan pendukung dapat digunakan untuk pembinaan, pertemuan pengurus, serta penyelenggaraan kegiatan sosial keagamaan.

Pengelolaan Melibatkan Pemerintah dan Tokoh Keagamaan

Masjid Kubah 99 Asmaul Husna merupakan aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pada Maret 2024, pengurus baru dikukuhkan berdasarkan keputusan gubernur dengan masa tugas hingga 2028.

Rekomendasi susunan pengurus melibatkan Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan. Pengurus bertanggung jawab memberikan pelayanan kepada jemaah serta menjaga kegiatan masjid berjalan secara teratur.

Pengelolaan masjid dengan jumlah pengunjung besar membutuhkan pembagian tanggung jawab yang jelas. Selain imam dan muazin, diperlukan petugas kebersihan, keamanan, teknisi, pengatur parkir, serta tenaga yang menangani kegiatan pendidikan.

Pesona Senja Menarik Kunjungan Wisata Religi

Masjid 99 Kubah telah berkembang menjadi salah satu tujuan wisata religi di Makassar. Pengunjung datang untuk beribadah, melihat arsitektur, menikmati pemandangan pesisir, atau mengambil foto dari bagian pelataran.

Panduan wisata Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menempatkan masjid ini sebagai ikon religi dan arsitektur modern Makassar. Pemandangan saat senja dan malam menjadi salah satu daya tarik yang ditonjolkan karena posisi bangunan berada di kawasan pesisir Pantai Losari.

Jumlah kubah dan pilihan warna membuat hampir setiap sisi bangunan menawarkan sudut visual berbeda. Foto dari arah depan memperlihatkan tangga besar dan pintu lengkung, sedangkan pengambilan gambar dari sisi perairan menampilkan keseluruhan susunan kubah.

“Daya tarik Masjid 99 Kubah terasa kuat karena keindahan bangunannya hadir berdampingan dengan kegiatan ibadah, pendidikan, dan kehidupan masyarakat pesisir Makassar.”

Waktu Kunjungan yang Banyak Dipilih

Pagi hari menawarkan suasana yang lebih tenang dengan cahaya yang belum terlalu terik. Pada waktu tersebut, pelataran biasanya terasa lebih lapang sehingga pengunjung dapat melihat detail bangunan dengan nyaman.

Sore hari menawarkan pemandangan berbeda. Cahaya matahari datang dari sudut yang lebih rendah dan menghasilkan bayangan pada susunan menara serta kubah. Kawasan sekitar juga mulai ramai oleh masyarakat yang berolahraga atau menikmati pesisir.

Ketika malam tiba, lampu bangunan mempertegas lengkung pintu dan bentuk kubah. Pengunjung tetap perlu memperhatikan jadwal kegiatan ibadah agar kegiatan wisata tidak mengganggu jemaah.

Etika Berkunjung Tetap Perlu Dijaga

Masjid merupakan rumah ibadah sehingga setiap pengunjung perlu menjaga pakaian, ucapan, dan perilaku. Pakaian sebaiknya sopan serta menutup bagian tubuh sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masjid.

Alas kaki harus dilepas sebelum memasuki area suci. Pengunjung juga perlu menjaga suara, terutama ketika salat, pengajian, atau pembelajaran Al Quran sedang berlangsung.

Kegiatan mengambil foto dapat dilakukan selama tidak menghalangi jalur jemaah. Kamera sebaiknya tidak diarahkan terlalu dekat kepada orang yang sedang beribadah tanpa izin. Kebersihan pelataran, toilet, serta ruang wudu juga menjadi tanggung jawab bersama.

Pengunjung Perlu Memperhatikan Area yang Digunakan

Tidak seluruh bagian masjid selalu terbuka untuk kegiatan wisata. Beberapa ruang dapat digunakan oleh pengurus, santri, petugas, atau peserta kegiatan khusus.

Pengunjung disarankan mengikuti papan petunjuk dan arahan petugas. Ketika jumlah jemaah meningkat, ruang utama sebaiknya diprioritaskan untuk salat, sedangkan kegiatan melihat bangunan dapat dilakukan dari pelataran.

Keluarga yang membawa anak perlu memberikan pengawasan. Tangga yang cukup banyak serta area terbuka di sekitar bangunan membutuhkan perhatian agar anak tidak berlari di jalur jemaah atau memasuki ruang yang dibatasi.

Perawatan Kubah Menjadi Pekerjaan Besar

Jumlah kubah yang banyak membuat kebutuhan perawatan Masjid 99 Kubah tidak sederhana. Setiap sambungan, permukaan penutup, saluran pembuangan, dan lapisan pelindung harus diperiksa secara berkala, terutama setelah menerima panas dan hujan dalam waktu panjang.

Pada Maret 2026, kebocoran di sejumlah bagian atap mendapat perhatian dari DPRD serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Rehabilitasi senilai Rp4,5 miliar melalui APBD 2025 sebelumnya difokuskan pada kubah utama, tetapi sejumlah titik kebocoran masih ditemukan ketika hujan turun.

Pemerintah provinsi menyatakan perbaikan akan dilakukan secara bertahap. Perhitungan teknis untuk seluruh atap pernah memperkirakan kebutuhan sekitar Rp22 miliar. Keterbatasan anggaran membuat pekerjaan awal diarahkan pada kubah utama seluas sekitar 1.300 meter persegi.

Saluran Air dan Lapisan Atap Memerlukan Pemeriksaan Rutin

Hasil peninjauan pada 2026 menunjukkan beberapa kebocoran pada kubah kecil berkaitan dengan saluran pembuangan yang tersumbat kotoran. Pembersihan rutin diperlukan agar air hujan tidak tertahan di bagian atap.

Pada bagian kubah utama, pekerjaan melibatkan lapisan galvalum, aspal emulsi, membran, serta penutup enamel. Setiap lapisan mempunyai fungsi berbeda, mulai dari menutup struktur hingga mencegah air masuk dan mempertahankan tampilan warna kubah.

Perawatan menyeluruh juga perlu mencakup plafon, dinding, lantai, instalasi listrik, tempat wudu, toilet, dan pelataran. Tingginya jumlah jemaah serta posisi bangunan di kawasan pesisir membuat pemeriksaan berkala menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan Masjid 99 Kubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *