Suasana penuh semangat menyelimuti Kota Parepare, Sulawesi Selatan, saat Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2022 resmi dibuka di kota yang dikenal sebagai “Kota Cinta Habibie dan Ainun”. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen kuat pemerintah dan industri keuangan dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Peluncuran BIK 2022 di Parepare menjadi momentum penting yang tidak hanya menandai gerakan nasional, tetapi juga menunjukkan bahwa literasi keuangan bukan monopoli kota besar. Di kota kecil yang sarat nilai cinta dan perjuangan ini, semangat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan justru tumbuh lebih kuat.
“Inklusi keuangan bukan sekadar soal membuka rekening, tapi membuka peluang hidup yang lebih baik bagi seluruh rakyat.”
Makna Bulan Inklusi Keuangan 2022
Bulan Inklusi Keuangan (BIK) adalah inisiatif tahunan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Melalui kegiatan edukasi, pameran, hingga promosi produk keuangan, BIK menjadi ajang sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk mendorong literasi keuangan nasional.
Tahun 2022 menjadi momen istimewa karena pelaksanaan BIK dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan tema “Inklusi Keuangan Meningkat, Perekonomian Semakin Kuat”. Tema ini merefleksikan tekad bangsa untuk memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, termasuk pelaku UMKM, petani, nelayan, dan generasi muda, dapat menikmati akses keuangan yang merata.
Khusus di Parepare, pembukaan BIK 2022 dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai berhasil mengembangkan ekosistem ekonomi rakyat berbasis UMKM yang inklusif, serta memiliki reputasi sebagai kota inovatif dalam mendorong layanan digital keuangan.
Parepare, Kota Cinta yang Menjadi Simbol Harapan
Kota Parepare sering disebut sebagai “Kota Cinta Habibie dan Ainun”, karena di sinilah Presiden ketiga RI, B.J. Habibie, dilahirkan dan kisah cintanya dengan Ainun dikenal luas sebagai simbol kesetiaan dan ketulusan. Melalui semangat itu pula, Parepare kini memantapkan diri sebagai kota yang cinta terhadap kemajuan, inovasi, dan kesejahteraan warganya.
Peluncuran BIK 2022 di Parepare menghadirkan suasana penuh harapan. Di tengah taman kota yang rindang, pemerintah daerah bersama perwakilan OJK, Bank Indonesia, perbankan nasional, serta ratusan pelaku UMKM hadir dalam satu panggung untuk mendekatkan masyarakat dengan dunia keuangan.
Wali Kota Parepare dalam sambutannya menegaskan bahwa inklusi keuangan menjadi bagian penting dari visi pembangunan kota. Ia berharap agar seluruh warganya, terutama generasi muda dan pelaku usaha kecil, mampu memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat.
“Bapak Habibie mengajarkan bahwa cinta dan teknologi bisa mengubah dunia. Sekarang, dengan cinta pada kemajuan, kita ubah ekonomi Parepare melalui literasi keuangan,”
Arah Strategis OJK dalam Mendorong Inklusi
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua menyampaikan bahwa peluncuran BIK 2022 adalah bagian dari strategi nasional untuk mencapai target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2024.
Menurut OJK, capaian inklusi keuangan Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada 2021, tingkat inklusi keuangan telah mencapai 83,6 persen, meningkat signifikan dari 76,2 persen pada 2019. Namun, angka ini belum cukup, terutama karena masih terdapat kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan.
Melalui BIK 2022, OJK berupaya memperluas akses layanan keuangan hingga ke daerah-daerah terpencil. Program ini tak hanya berfokus pada perbankan, tetapi juga mencakup asuransi mikro, investasi reksa dana, dana pensiun, serta layanan keuangan digital seperti e-wallet dan fintech lending.
“Bukan hanya tentang angka, tapi bagaimana layanan keuangan bisa hadir sampai ke pelosok. Karena inklusi sejati adalah ketika ibu di desa bisa menabung dengan tenang seperti pengusaha di kota.”
Partisipasi Industri Keuangan dan UMKM
Kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2022 di Parepare menjadi ajang kolaborasi lintas sektor. Puluhan lembaga keuangan, mulai dari bank nasional, asuransi, koperasi, hingga fintech, membuka booth layanan untuk masyarakat.
Warga yang hadir bisa membuka rekening tabungan gratis, mendaftar asuransi mikro, hingga belajar investasi aman di pasar modal. Ada pula pelatihan singkat bagi pelaku UMKM tentang cara mengakses pembiayaan dari lembaga resmi agar terhindar dari praktik pinjaman ilegal.
Beberapa lembaga juga memberikan promo khusus, seperti pembukaan rekening tanpa biaya administrasi, bunga rendah untuk kredit usaha rakyat, dan cashback untuk transaksi digital.
Salah satu momen menarik adalah ketika kelompok ibu rumah tangga dari Kelurahan Lumpue mengikuti pelatihan “UMKM Go Digital”. Mereka diajarkan bagaimana cara menjual produk lokal seperti kerupuk ikan dan abon tuna melalui platform e-commerce.
“Inklusi keuangan bukan hanya soal membuka akses, tapi membuka wawasan. Saat ibu-ibu tahu cara menjual online dan menabung, ekonomi keluarga ikut terangkat,”
Sinergi Pemerintah Daerah dan Lembaga Keuangan
Kesuksesan BIK 2022 tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan. Pemerintah Kota Parepare memberikan dukungan penuh dengan menghadirkan layanan publik yang terkoneksi dengan sistem keuangan digital, termasuk program bantuan sosial non-tunai, pajak daerah berbasis digital, dan sistem pembayaran retribusi pasar elektronik.
Langkah ini menjadikan Parepare sebagai salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang paling siap menuju transformasi ekonomi digital. Pemerintah daerah juga terus mendorong kolaborasi dengan lembaga keuangan untuk memperluas jaringan agen bank dan financial inclusion center di tingkat kelurahan.
Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah bisa menjadi ujung tombak dalam mempercepat pencapaian inklusi keuangan nasional.
“Ketika pemerintah daerah dan perbankan bersinergi, maka ekonomi rakyat bukan hanya tumbuh, tapi juga tangguh menghadapi krisis,”
Literasi Keuangan bagi Generasi Muda
Selain melibatkan pelaku UMKM, BIK 2022 juga menargetkan generasi muda sebagai segmen penting. OJK bersama perbankan lokal menggelar kegiatan edukasi di berbagai sekolah dan kampus di Parepare.
Mahasiswa dan pelajar diajak memahami pentingnya menabung, mengelola keuangan pribadi, serta mengenal produk investasi yang legal dan aman. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan keuangan sehat sejak dini agar generasi muda tidak mudah terjerat pinjaman online ilegal atau investasi bodong.
Beberapa siswa bahkan mengikuti simulasi pembukaan rekening digital dan belajar membuat rencana keuangan bulanan sederhana. Para guru pun dilatih untuk mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam pelajaran ekonomi dan kewirausahaan.
“Generasi muda perlu sadar bahwa literasi keuangan adalah bentuk kemerdekaan baru. Siapa yang paham uang, dia yang menguasai masa depan,”
Inovasi Digital dan Fintech di Parepare
Momentum BIK 2022 juga menjadi panggung bagi inovasi keuangan digital di Parepare. Sejumlah startup fintech lokal dan bank digital memperkenalkan produk berbasis teknologi yang memudahkan transaksi masyarakat.
Dengan pertumbuhan pengguna internet di Parepare yang terus meningkat, penggunaan aplikasi dompet digital dan pembayaran QRIS menjadi tren baru di kalangan pelaku usaha dan konsumen muda. Banyak pedagang pasar tradisional kini menerima pembayaran digital, sebuah langkah maju dalam inklusi finansial di tingkat akar rumput.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperluas jaringan internet publik dan pelatihan teknologi keuangan di seluruh kecamatan. Tujuannya agar layanan digital tidak hanya dinikmati oleh masyarakat kota, tetapi juga menjangkau daerah pesisir dan pedalaman.
“Digitalisasi keuangan bukan sekadar mengikuti tren, tapi tentang memberi kemudahan dan keadilan bagi semua,”
Harapan dari Bulan Inklusi Keuangan 2022
Pelaksanaan BIK 2022 di Parepare menjadi simbol bahwa inklusi keuangan adalah gerakan bersama, bukan milik satu lembaga. Pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan masyarakat harus berperan aktif dalam memperluas akses keuangan yang aman dan berkelanjutan.
OJK berharap, setelah berakhirnya kegiatan ini, tidak hanya jumlah rekening baru yang meningkat, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan secara bijak. Edukasi yang diberikan selama BIK diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap pengelolaan uang dan investasi.
Di akhir acara, langit Parepare dihiasi kembang api berwarna emas dan biru, melambangkan semangat inklusi yang terus menyala. Suara musik tradisional Bugis berpadu dengan tepuk tangan masyarakat yang hadir, menandakan bahwa di Kota Cinta Habibie dan Ainun, cinta terhadap kemajuan benar-benar hidup.
“Inklusi keuangan adalah cinta yang nyata cinta yang mengajarkan kemandirian, tanggung jawab, dan harapan bagi masa depan yang lebih sejahtera.”






